Rabu, 20 September 2017

Potensi Produksi Alat Tradisional Demung dan Saron di Desa Ngablak

Indonesia memiliki beraneka macam kesenian. Masing-masing daerah memiliki kesenian yang menjadi identitas bagi daerahnya.Seni merupakan salah satu bagian dari kebudayaan yang terdiri dari seni rupa, seni gerak, seni budaya, seni musik dan seni karawitan.

saron1

Rere salah satu anggota pelatihan jurnalistik tertarik dengan produksi Saron dan Demung atau bisa disebut sebagai salah satu alat tradisional yang digunakan untuk mengiringi musik kesenian salah satunya jaranan. Saron atau bisa disebut juga ricik merupakan salah satu instrument gamelan yang termasuk keluarga balungan. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu dengan bentuk seperti palu. Sedangkan Demung yaitu alat berukuran besar dan beroktaf tengah.

Demung memainkan balungan gending dalam wilayahnya yang terbatas. Pak Suyono (52) dan Pak Jono (65) warga Dusun Bagol Desa Ngablak Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri merupakan salah satu pengrajin salah satu alat tradisional saron dan demung.

Mereka bekerja sama untuk pembuatan alat tradisional tersebut. Pak Suyono sebagai pembuat pangkon (wadahnya) yang terbuat dari kayu yang dibentuk dan diukir lalu diwarna sesuai dengan bentuk atau pesanan. 

Sedangkan Pak Jono sebagai pembuat wilangannya yang terbuat dari bahan plat besi yang tebal lalu dibelah sesuai dengan ukurannya. Mereka merintis hampir 2,5 tahun yang lalu untuk memproduksi Saron dan Demung.

saron2

Dengan kegigihan dan keuletan mereka berdua, memproduksi saron dan demung sangat berkembang dengan pesat.  Harga Saron dan Demung diperkirakan mencapai ratusan ribu rupiah. Misalnya satu buah Demung  diberi harga 900.000 dan satu buah saron dengan harga 700.000.

Penulis: Retno Prihartiningsih

Dari KarangTaruna ds Butuh Kec. Kras

Kelompok 3 Jurnalistik Angkatan 3 tahun 2016