Rabu, 20 September 2017

Dibalik Keangkeran Sumber Air Punden dan Sumber Air Kepuh Desa Ngasem

Air merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Untuk kelangsungan hidupnya, harus tersedia air dalam bentuk cair. 

Manusia dan makhluk hidup lainnya yang tidak hidup dalam air, senantiasa mencari tempat tinggal dekat air supaya mudah untuk mengambil air untuk keperluan hidupnya. Sehingga dengan demikian membuat keberadaan air sangatlah penting. 

sumberair1

Desa Ngasem Kecamatan Gurah memiliki beberapa sumber mata air yang cukup banyak bahkan beberapa diantaranya tidak pernah kering. Keberadaan beberapa sumber mata air ini tidak lepas dari masih banyaknya pepohonan besar penyimpan air di desa ini.

Dari sekian banyak sumber air yang ada di desa ini, ada 2 sumber mata air yang cukup besar dan tidak pernah kering.  Sumber mata air tersebut adalah Sumber Punden dan Sumber Kepuh.

Sumber Punden merupakan sumber yang berada tepat disamping makam Petilasan Mbah Soreng. Beliau merupakan sosok yang dipercaya sebagai tokoh pertama yang menemukan, menghuni dan membangun desa atau yang "Babat Desa Ngasem". 

Jika anda ingin mengunjungi Sumber Air Punden tidaklah sulit karena akses jalan sudah cukup bagus. Lokasi sumber ini berjarak sekitar 1 km dari Masjid Al-Falah Desa Ngasem.

Untuk menjaga agar sumber air tersebut tetap mengeluarkan air warga setempat setiap tahun selalu mengadakan upacara adat Tayuban sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta.

sumberair2

Mereka mempercayai bahwa jika tidak diadakan Upacara Tayuban maka warga takut sumber air tersebut bisa mati dan akan terjadi musibah kepada penduduk desa. 

Menurut penuturan Bapak Supargi selaku Kepala Desa Ngasem, ‘’ Sebenarnya warga menginginkan Sumber Punden dibangun menjadi tempat wisata. Sarana kolam ikan didekat sumber mata air tepat disamping makam Mbah Soreng. Namun belum bisa terlaksana karena masih terkendala dana dan pembebasan lahan".

Sumber air berikutnya adalah Sumber Kepuh merupakan sumber mata air yang berada didekat Makam  Desa Ngasem. Konon katanya barang siapa yang berani mengambil daun atau rumput di sekitar sumber harus mengembalikan ke sumber tersebut. Karena adanya kepercayaan masyarakat  bahwa Sumber Kepuh merupakan lokasi Kerajaan Jin. 

Menurut penuturan Bapak Supargi  Sumber Kepuh memiliki tempat yang asri dengan pemandangan cukup indah. Rencananya sumber air ini juga akan
dibangun menjadi tempat wisata dengan sarana taman dan kolam ikan. Namun masih terkendala dana dan pembebasan lahan sebagaimana Sumber Punden.

Sebetulnya Desa Ngasem masih banyak memiliki sumber air selain kedua sumber air tersebut. Tetapi mata airnya tidak sebesar Sumber Punden dan Sumber Kepuh.

sumberair3

Karena  banyaknya sumber air di desa ini sehingga bisa membentuk aliran sungai yang cukup besar. Sungai yang ada tidak hanya dimanfaatkan oleh warga desa Ngasem saja tetapi juga bisa dimanfaatkan beberapa desa di bawahnya. 

Seperti Desa Bangkok, Desa Bogem, Desa Turus, Desa Gabru, Desa Wonojoyo semua bisa memanfaatkan aliran sungai yang berasal dari  sumber-sumber air yang ada di Desa Ngasem. Mereka tidak hanya memanfaatkan untuk irigasi pengairan sawah saja tetapi juga untuk penambangan pasir, mencuci, mandi dan kebutuhan air lainnya.

Penulis : Mohammad Irhason Nawawi

Karang Taruna Desa Ngasem Kecamatan Gurah

Pelatihan Jurnalistik angkatan III Tahun 2016