Rabu, 20 September 2017

Batako Berkah Sisa Erupsi Gunung Kelud 14 Pebruari 2014

Tanggal 14 Pebruari 2014 menjadi momentum yang tidak terlupakan bagi masyarakat Kabupateb Kediri, khususnya yang bermukim di sekitar Gunung Kelud. 

Peristiwa bersejarah dengan muntahnya Jutaan material seperti pasir, kerikil, bebatuan dan abu vulkanik dilontarkan Gunung Api Aktif hingga ribuan orang di ungsikan.

batako1

Kini hasil erupsi berubah menjadi sumber penghasilan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Terutama masyarakat Desa Jagul Kecamatan Ngancar yang berada di kaki Gunung Kelud. Mereka memanfaatkan sisa erupsi tersebut menjadi penyambung hidup. 

Yoni (35 tahun) salah satu warga Desa Jagul memulai Industri Batako pada tahun 2014 pasca erupsi. Saat ini tercatat sudah ada 5 home industri sejenis yang tumbuh di Desa Jagul. Rata -rata produksi setiap home industri menghasilkan 1.000 batako/hari. Kata Yoni.

Letak Geografis Desa Jagul menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya home industri batako ini. Karena di desa ini terdapat bahan baku yang melimpah untuk pembuatan batako.

batako2

Oleh karena bIaya produksi lebih rendah sehingga batako Desa Jagul dikenal sebagai batako kualitas bagus dengan harga murah, ujar laki – laki 2 anak ini.“ Harga jual di lokasi rata – rata Rp 1.350,- per buah. Untuk omset penjualan tidak menentu tergantung musim” terang Yoni. 

Sejauh ini pemasaran batako sudah meliputi wilayah seputaran Kediri, Nganjuk, Kertosono, Tulungagung, Surabaya, Malang dan Gresik. Untuk yang berminat bisa langsung datang ke Desa Jagul Kecamatan Ngancar atau juga bisa menghubungi via telpon Yoni dengan nomor 085707922601.

Disusun oleh: Edo octha nugraha

Karangtaruna Annapanasti Desa Jagul Kec. Ngancar

Kelompok III Pelatihan Jurnalistik Angkatan III