Sabtu, 16 Desember 2017

Polres Kediri Launching Program Unggulan Berbasis IT

Peresmian gedung Mapolres Kediri dan Launching Program Unggulan Sistem Pelayanan Publik berbasis it Polres Kediri berlangsung, Selasa (1/11).

IT polres 2Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Anton Setiaji, secara langsung meluncurkan sistem berbasis it tersebut, sekaligus juga meresmikan gedung baru Markas Komando Polres Kediri.

Selain Kapolda Jatim, hadir dalam peresmian ini, Bupati dan Wabup Kediri, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Kejari Kabupaten Kediri, Kalapas Kediri, Dandim 0809 Kediri, Komandan Brigif 016 Wirayudha, seluruh Kapolres area Kediri Raya dan Madiun, Perbankan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Kapolres Kediri, AKBP Ahmad Yusep, mengatakan, sistem pelayanan publik berbasis IT yang diluncurkan adalah aplikasi e-tilang, e-cjs plus dan monitoring CCTV online yang terpasang di lokasi rawan kriminal dan lakalantas di wilayah hukum Polres Kediri.

IT polres 4"Tujuan dari inovasi ini adalah menghindari pungli dan mengurangi birokrasi sehingga meningkatkan pelayanan masyarakat cepat, mudah dan bertanggungjawab." Jelas Kapolres.

Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno berharap semoga gedung baru pelayanan semakin meningkat dan lancar. Beliau juga apresiasi terobosan inovasi layanan publik terintegrasi berbasis IT.

"Saya Apresiasi sepenuhnya layanan online ini. Program ini kreatif untuk mempermudah layanan masyarakat sehingga dapat kurangi jarak dan waktu." Tutur dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

IT polres 1Bupati menambahkan layanan berbasis IT ini semoga dapat selaras dengan layanan konvensional. Sebab tidak semua masyarakat melek teknologi.

"Mari sukseskan layanan sebagai langkah nyata memberikan layanan kepada masy. Sehingga berdampak positif dalam pembangunan dan penegakan hukum." Lanjut dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

"Tantangan dan perubahan zaman begitu cepat, sehingga pelayanan publik yang dinamis, efektif dan efisien serta sesuai kebutuhan masyarakat menjadi suatu keharusan". Berangkat dari hal tersebut Polres Kediri melaunching sistem pelayanan publik berbasis teknologi informasi di Mapolres Kediri, Pare. Terang Bupati

IT polres 3Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiaji menyampaikan, menyambut baik adanya inovasi seperti apilkasi e-tilang ini.
Bahkan oleh Kapolri, aplikasi ini akan dibawa jadi Program Nasional. Saat ini masih diterapkan di 16 Polda di Indonesia.

"Ini harus didukung karena memudahkan masyarakat kita. Bagi Polres Kediri merupakan prestasi karena menjadi Pioner adanya inovasi yang akan diterapkan di seluruh Indonesia." Terang Anton.

IT polresAnton melanjutkan, tentunya program ini punya keterbatasan, misal tidak semua warga punya handphone android, tidak semua wilayah hukum terjangkau sinyal Internet dan tidak semua warga mempunyai rekening tabungan di bank.

Namun hal yang diapresiasi adalah adanya sinergi positif antara tiga instansi terkait penanganan tilang.

"Tanpa kerjasama antara Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan tidak akan lahir aplikasi ini. Ini adalah hal positif dimana sinergi ketiganya ini punya komitmen sama dalam meningkatkan pelayanan yang transparan." Imbuh Kapolda.

Sebagai informasi dalam aplikasi e tilang ini, Ketika pelanggar lalu lintas mendapat surat tilang maka pembayaran denda dapat dilakukan melalui aplikasi e-tilang yang dapat diunduh playstore Android di gadget pelanggar.

Tanpa harus mengikuti sidang di pengadilan. Dana denda tilang nantinya akan langsung masuk rekening kejaksaan. Tanda bukti berupa sms konfirmasi dari bank selanjutnya dapat digunakan untuk mengambil STNK yang ditahan. Terang Kapolda (Kominfo).

Add comment


Security code
Refresh