Kamis, 27 April 2017
Logobar1

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

Jl. Soekarno-Hatta No. 1 Kediri Telepon: 0354 689901-5

Usia Lanjut Bukan Halangan Warga Kedak Untuk Usaha Pemecah Batu

Usia bukanlah menjadi penghalang bagi sebagian masyarakat untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebuah dusun di Kabupaten Kediri yang sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai pemecah batu kali. Dusun Kedak Desa Kedak Kecamatan Semen yang memiliki potensi besar terhadap kekayaan alam batu kali merupakan tempat bergantung sebagian besar warga dalam kehidupannya. Para warga mencari batu kali di sungai dekat rumah kemudian batu dipecah menjadi batu kecil-kecil yang biasa orang menyebutnya sebagai batu koral.

Batu koral digunakan sebagai salah satu campuran bahan bangunan terutama dalam pengecoran. Jika bangunan ditambahkan dengan batu koral bangunan akan semakin kuat dan tahan lama.

pecah batu semen 1

Ketika Tim Kominfo melintas di jalan dusun tersebut pada hari Jum.at (10/6), terlihat ada lima Kepala Keluarga yang sedang memecahkan batu dan ada juga yang sedang mengambil batu dari Sungai Godak dibelakang rumahnya.

Salah satu wanita yang sudah tidak muda lagi usianya sekitar 60 tahun, panggil saja Mbah Martinah. Sehari-hari nenek satu anak ini bekerja memecahkan batu. Beliau mengatakan dalam sehari saya bisa memecahkan batu kali menjadi koral sebanyak 4 cikrak saja. Satu cikraknya dihargai Rp. 4.500,- s/d Rp.5.000,-. Ujar Mbah Martinah

Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut Mbah Martinah dibantu oleh suaminya yang bernama Mbah Padi. Dalam kesehariannya Mbah Padi ini yang mencari batu di kali. Selanjutnya batu diangkat ke atas dan saya yang bertugas memecah batu kali menjadi koral secara manual. Tutur Mbah Martinah.

pecah batu semen 2Yang mengejutkan ternyata ke lima pemecah batu itu masih satu keluarga, misalnya Pak Marman, adik dari Mbah Martinah. Sejak remaja sudah bekerja sebagai pemecah batu. Hasil yang diperoleh lebih banyak dari pada Mbah Martinah yaitu mencapai 7 - 8 cikrak perhari. Selain sebagai pemecah batu, juga bekerja serabutan sebagai Kuli bangunan. Jika masih ada waktu luang saya juga mencari rumput untuk dijual kepada pemilik ternak dengan harga Rp. 10.000,- per ikat. Ungkap Marman

Lebih dalam menelusuri para pemecah batu ini Tim Kominfo dibuat kagum dengan kebersamaan pasangan yang usianya lebih tua lagi, yaitu kakek-nenek yang bernama Mbah Ponidi (70 th) dan Mbah Sarini (69 th.). Meskipun usianya yang sudah lanjut dan kulit sudah banyak keriput namun semangat mereka berdua untuk mencari nafkah bagi keluarga sangat luar biasa.

pecah batu semen 3Terlihat Mbah Sarini sangat setia mendampingi Mbah Ponidi dalam sehari-harinya bekerja memecahkan batu. Karena tenaga yang dimiliki sudah berkurang jauh termakan usia, maka dalam sehari Mbah Ponidi hanya mampu menghasilkan 4 s/d 5 cikrak saja.

Sebelum meninggalkan Mbah Ponidi yang lagi bekerja, Tim Kominfo sempat mendapatkan nasehat dari Mbah Ponidi. Hidup itu harus terus berlanjut nak, kalian itu masih muda bekerjalah keras demi keluarga. Kata Mbah Ponidi samba tersenyum.

Perjuangan para warga yang sebagian besar sudah berusia lanjut dari Dusun Kedak dalam mencari penghidupan dengan memecah Batu Kali menjadi Batu Koral merupakan fenomena yang menarik. Ini merupakan motivasi dan pelajaran berharga bagi para pemuda, agar lebih giat lagi dalam bekerja dan jangan sampai mudah mengeluh apapun itu pekerjaanya yang terpenting itu halal.

Secara tidak langsung pekerjaan yang dilakoni oleh warga Dusun Kedak ini telah membantu dalam pembangunan yang ada di Kabupaten Kediri. Pembangunan tidak akan mencapai kesempurnaan jika tanpa Batu Koral dari warga Desa Kedak Kecamatan Semen. (Kominfo).