Jumat, 21 Juli 2017

Wayang Kerdus Juki, Dari Hobi Jadi Rupiah

Hobi yang berubah jadi nafkah, kira-kira begitulah menggambarkan sosok Juki Santoso, seorang seniman pengrajin wayang kertas asal Desa Jati, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Berawal dari kesukaan dan cintanya terhadap wayang kini antrian pesanan pembuatan wayang mengalir kepadanya datang dari dalam dan luar kota bahkan luar negeri.

Juki 1

Juki bercerita memang menyukai wayang sejak kecil. Namun karena tergolong dari keluarga tidak mampu, orang tuanya tidak mampu membeli kendati hanya sebatas wayang kertas. Ternyata itu tidak meredam keinginan Juki dan justru meledakan potensi kreatifitasnya.

Berbekal ‘jiplak’ dari sebuah poster wayang, bermodal pensil dan gunting, dirinya membuat wayang sendiri dari kertas bungkus obat nyamuk. “Waktu itu masih kelas dua SD. Wayang pertama saya masih ingat adalah Arjuna.” Kenang Juki.

Sejak saat itu semua barang yang ada disekitarnya menjadi wayang. Mulai dari daun kamboja, pelepah pisang, kardus maupun kertas bekas. Hingga akhirnya dirinya memberanikan diri menjual karya - karya wayang buatannya kepada teman dan tetangga sekitar rumah.

“Mulai kelas 4 SD saya mulai menjual wayang saya. Seharga dua ribu mendapat tiga wayang. Kebetulan ada tetangga depan rumah yang jualan mainan. Saya lalu menitipkan wayang kertas saya kepadanya. Ternyata laku dan sejak itu saya terpacu menekuni usaha ini.” ujar Pria 36 tahun ini.

Menginjak remaja, dirinya keliling berjualan wayang di setiap terdapat pagelaran wayang. Tidak hanya di Kediri namun juga hingga Nganjuk, Jombang, Madiun dan Caruban.

Juki 2

Peruntungan pria yang hanya tamat sekolah dasar ini berubah sejak dirinya mulai memasarkan wayang melalui internet. Dibantu sang kakak, Yatinah, dirinya menjual wayang melalui media sosial dan laman jual beli.

Dengan label Wayang Kardus Juki Kediri, karyanya menjangkau kota besar di Indonesia bahkan sampai menembus Amerika. Tokoh Arjuna,menjadi tokoh yang paling banyak dipesan disusul kemudian tokoh Kumbakarna, lalu Kresna. “Tokoh Sengkuni adalah karya wayang kardus pertama yang dipesan melalui internet. Pembelinya dari Jakarta. Sudah dua kali pula saya mengirim wayang ke Amerika.” Ingat Juki.

Melalui pemasaran online, dirinya kini mulai banyak pesanan. Selain online dirinya juga aktif di berbagai pameran baik lokal maupun nasional misal di pagelaran Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri 2015 lalu. Hasilnya pun menggembirakan karena order pesanan wayang seakan tak berhenti sampai sekarang.

Kini selain menjadi pengrajin wayang Juki dikenal sebagai narasumber berbagai kegiatan workshop. Khususnya mengenai pembuatan wayang di beberapa kota besar di Indonesia. Bahkan tahun 2014, dirinya diangkat dalam salah satu profil di kalender Bank BCA yang dibagikan untuk jutaan nasabah bank tersebut.

“Saya kini aktif mengajarkan pembuatan wayang di berbagai kota di Indonesia. Harapan saya generasi muda terpacu untuk melestarikan khasanah agung budaya Indonesia ini. Sehingga wayang tetap lestari dan menjadi kebanggaan budaya serta tidak diambil negara lain.” Ungkap Juki kepada Kominfo Senin (11/1).

Bagi anda yang berminat untuk belajar membuat ataupun tertarik order dan mengkoleksi bebagai tokoh wayang, dapat langsung menghubungi Juki Santoso 085785391955. Atau datang ke workshop wayang kerdus Juki di Desa Jati, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. (Kominfo)

Comments   

 
0 #1 Ayu Citra 2016-06-25 04:00
Boleh minta kontak personalnya pak juki
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Liputan UKM