Sabtu, 25 Oktober 2014
  • English
  • Mandarin

Budidaya Lele Organik Terbesar Di Indonesia Berpotensi Exsport

lele-organik

Kabupaten Kediri penghasil benih lele terbesar di Indonesia, setiap tahun dapat menghasilkan benih rata-rata 1.823.475.000 ekor dan produksi konsumsi lele 3.106,516 ton sehingga pembudidaya lele Kabupaten Kediri hanya mampu membesarkan 2,5 % dari jumlah benih yang ada tersebut sedang 97,5 % benih untuk memenuhi permintaan kebutuhan benih lele luar Daerah yang tersebar di Indonesia. Kondisi ini sangat kurang menguntungkan karena harga benih lele sangat ketergantungan dengan permintaan dari luar daerah dan harga lebih murah.

Beberapa tahun terakhir banyak pembudidaya lele yang mengosongkan kolamnya dengan alasan kurang menguntungkan karena biaya produksi tinggi, melambungnya biaya pakan dan biaya lainnya sedang harga lele murah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Hal tersebut membuat pantang menyerah bagi seorang pembudidaya lele yang gigih untuk menekuni dan selalu mencoba mencari teknologi baru agar budidaya lele dapat menguntungkan. Semangat pantang menyerah tersebut lahir dari seorang pembudidaya lele Desa Paron Kec. Ngasem Kabupaten Kediri ialah Pak Bangun yang berangkat dari semangat GPK (Gerakan Pulang Kampung ) bersama teman-temannya ingin berwirausaha, salah satu pilihannya adalah budidaya lele.

Pak Bangun adalah penemu dan perintis tehnik budidaya lele dengan sistim yang disebut “Budidaya Lele Organik”. Sistim ini dapat memperkecil resiko kegagalan pembudidayaan. Sistim budidaya lele organik mempunyai kelebihan, angka kehidupan lebih tinggi, pakan lebih irit, air tidak perlu diganti dan lebih ekonomis. Saat ini Pak Bangun mempunyai binaan 300 orang pembudidaya lele organik di Kabupaten Kediri, setelah sistim budidaya lele organik berkembang, gairah pembudidaya lele Kabupaten Kediri menjadi meningkat yang semula menyerap 2,5 % produksi benih lele Kabupaten Kediri sekarang mencapai sekitar 20 % dari jumlah benih lele yang diproduksi pembudidaya lele di Kabupaten Kediri.

P. Bangun telah menyiapkan pembibitan / pembenihan dengan indukan F- 1 dari Afrika dan Thailand sebanyak 270 indukan yang sudah berumur 4 tahun dengan jenis pejantan Garivinus dan betinanya jenis Piton.

Bupati Kediri dr.Hj. Haryanti Sutrisno berharap “sistim budidaya lele organik ini terus disosialisasikan dan dikembangkan, Kelompok pembudidaya lele yang ada di Kabupaten Kediri agar dibina bersama dengan Dinas terkait, biaya produksi ditekan agar harga lele konsumsi dapat terjangkau oleh masyarakat kecil dan pembudidaya lele tetap untung. Disamping itu progam GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) untuk peningkatan gizi dan kecerdasan pada masyarakat dapat segera terwujud , dan selanjutnya apabila produksi lele organik ini terus meningkat tidak menutup kemungkinan Kabupaten Kediri akan melakukan exspor lele”.ungkapnya (kominfo)

COMMENTS_LIST_HEADER

 
0 # sugeng yani widodo Rabu, 06 Juni 2012
Pak saya juga warga kecamatan ngasem tepatnya Desa Toyoresmi dan memiliki lahan dibelakang rumah yang saya rasa cukup untuk beternak lele.


Seandainya saya ikud bergabung dan ikut berpartisipasi dalam budidaya peternakan lele bapak apakah boleh?

Untuk persyaratan dan lain-lain saya mengikuti.
 

This content has been locked. You can no longer post any comment.

Penerimaan CPNSD Kab. Kediri 2014